Skip to main content

follow us


Jika dalam daun pisang terdapat gulungan yang menyerupai lontong sudah dipastikan di dalamnya terdapat ulat. Ya ulat pohon pisang merupakan musuh utama bagi kelangsungan hidup daun pisang, pasalnya daun yang dimangsa ulat tersebut akan mengulung, dan sobek - sobek. Jika di biarkan maka daun pisang yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan menjadi terbuang sia - sia. Namun  dibalik fakta ulat sebagai perusak tanaman ternyata hama ini punya manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia maupun mahluk lain.

Ya, ulat kaya protein. Dimana  protein merupakan  zat gizi  memiliki fungsi meningkatkan  sistem kekebalan tubuh atau  anti body, sitem kendali dalam bentuk hormon, sumber gizi, maupun lainnya.

Melihat tingginya gizi pada ulat daun tersebut bisa dipastikan dapat meningkatkan stamina burung kicau yang anda miliki. Kali ini Sicuit akan membahas mengenai pemanfaatan ulat daun pisang sebagai pakan tambahan untuk 3 burung kicau.

1. Kacer

Untuk mendapatkan Kacer yang fit dengan gacor yang mempesona memang tidak boleh asal - asalan dalam memberi makan. Anda bisa memberikan voer dengan kwalitas terbaik dan rutin menggantinya 2 kali sehari. Selain itu  Kacer memerlukan makanan tambahan atau ektra food  untuk meningkatkan stamina, memancing birahi serta meningkatkan gizi dan proteinnya. Makanan ekstra memang bisa dipilihkan dari berbagai serangga seperti jangkrik, kroto, kelabang maupun lainnya. Namun ternyata ulat daun pisangpun tak kalah baiknya untuk meningkatkan stamina burung anda agar tetap fit. Seperti dikutip dari Maskicau pemberian ulat pohon pisang bisa meningkatkan performa baik untuk kacer lomba maupun rumahan. Karena itu kenapa ulat daun pisang sangat disarankan. Namun harap diperhatikan untuk membatasi dalam memberikan  makanan tambahan dari jenis ini, mengingat tingginya protein bisa menyebabkan Kacer kegemukan, sehingga malas berkicau. Pemberian ( EF ) sebaiknya anda lakukan 1 - 2 kali saja dalam seminggu.

2. Murai Batu

Murai batu merupakan salah satu jenis burung istimewa yang keberadaanya mulai langka di Indonesia.
Burung yang punya nama ilmiah Chopsychus Malabaricus inipun mempunyai bulu yang indah dengan ekor panjang menjuntai. Dalam hal kicau tidak perlu diragukan lagi, kicauan Murai sangat lantang ( ngeplong ) dengan kwalitas suara sangat menjanjikan, adapun beberapa suara yang mampu dilakukan antara lain ngalas, nembak, ngerol, ngekek, dan sebagainya. karena itulah kenapa banyak pecinta burung ingin menjadikannya koleksi. Untuk  memperoleh murai batu dengan suara ngeplong, tentunya diperlukan perawatan yang ekstra sebagai mana perawatan harian dari burung kicau lainnya seperti rutin memandikan pagi dan sore, di jemur, membersihkan kandang,  serta pemasteran. Sedangkan untuk makanan bisa diberikan voer untuk ekstra food bisa diberikan kroto, jangkrik ikan kecil dan cacing tanah. Pemberian ulat daun pisang pada murai batu juga dapat membuat burung lebih fit baik untuk burung rumahan maupun burung untuk perlombaan.

3. Cucak Hijau

Burung yang mempunyai warna hijau ini juga merupakan salah satu jenis burung yang paling diminati pecinta burung. Perawatannya sendiri juga tak berbeda dengan jenis burung kicau pada umumnya. Untuk memenuhi asupan gizi ada beberapa makanan yang bisa diberikan beberapa buah antara lain apel, pisang dan pepaya. Selain itu voer  juga sangat diperlukan. Pilih yang berkadar protein 12 % - 18 % serta usahakan memberi pakan Voer dalam satu merk saja, karena berganti - ganti merek bisa membuat bulu cucak hijau menjadi kusam. Makanan ekstra dapat ditambahkan seperti kroto, belalang, jangkrik. Ulat daun pohon pisang pun juga sangat baik untuk gacor dan stamina Cucak hijau. Namun seperti pemberian pakan pada dua burung sebelumnya yaitu Murai batu dan Kacer maka pemberian ekstra food  jangan terlalu sering setidaknya 2 kali seminggu.

Artikel Pilihan Editor:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar