Skip to main content

follow us

Masih inget banget saat krisis moneter melanda Indonesia tahun 1998 lalu.  Harga melonjak habis - habisan, dari uang Rp.50  sudah bisa di belikan gorengan 2 biji e begitu krisis melanda nggak bisa buat beli apapun kalau nggak di tambahin. Namun  krisis tahun 1998 yang pernah bangsa kita lalui ternyata tidak ada apa - apanya jika dibandingkan dengan  krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela.

Ya Hiperinflasi mata uang telah membuat negara ini  hancur. Bahkan mata uang yang dimilikinya hampir tidak ada harganya yaitu 1US$ setara dengan 6,3 juta Bolivar dengan kurs Rp. 14.500.
Maka dari itu tak aneh jika anda mendapati harga yang tidak masuk akal saat berada di negara ini. Hal tersebut sebagaimana dialami oleh Tri Astuti, seorang pelaksana fungsi ekonomi kedutaan Indonesia di Caracas.  Dimana ia harus merogoh kocek senilai 1,7 miliar Bolivar untuk membayar makanan di sebuah restoran.  Tanggal 14 Agustus 2018 lalu   Tri Astuti beserta 20 rekannya mengadakan acara makan bersama dengan sajian kentang, kerang, ikan dan ayam. Dan alangkah terkejutnya ia begitu menerima bil pembayaran dengan jumlah 1,7 miliar Bolivar, padahal dengan jumlah orang yang sama di bulan Januari masih senilai 500 juta Bolivar.

Hal ini sudah barang tentu membuat berbagai harga di Venezuela gila - gilaan  yang pastinya bikin kamu geleng - geleng kepala.

Harga Daging Ayam 14,6 Juta Bolivar

Jika menjelang Idul Adha ini  kita yang tinggal di Indonesia dengan harga daging ayam per kilo Rp. 35.000 maka bandingkan dengan di Venezuela. Untuk menikmati 1 ekor ayam harus mengeluarkan kocek 14,6 juta Bolivar.

Daging Sapi 9,5 Juta Bolivar Sekilo


Harga yang selangit tidak menjadi jaminan daging yang di dapat masih bagus,  mengutip AP via nesweek warga di kota Maracaibo terpaksa membeli daging yang sudah busuk. Hal tersebut efek dari pemadaman yang telah terjadi selama 9 bulan ini sehingga mengakibatkan lemari es tidak bisa di gunakan.

Pembalut Wanita Di jual 3,5 Juta

Untuk sebuah pembalut anda harus mengeluarkan kocek 3,5 juta Bolivar.  Melihat setumpuk uang tentu tidak sebanding dengan pembalut yang akan di beli. Karena itu mungkin untuk lebih menghemat bisa pakai tampon yang bisa di cuci kembali. Dan perlu di ketahui untuk mensiasati membawa uang dalam jumlah bergebok -gebok hanya untuk 1 barang warga Venezuela lebih memilih untuk membayar via transfer. Sekalipun itu transaksi kecil.

1 Kilogram Beras Seharga 2,5 Juta Bolivar

Hal ini tentu memakssa rakyat Venezuela untuk mengambil langkah diantara jepitan ekonomi dengan  memilih ke luar dari negaranya. Mirisnya kaum perempuan Venezuela banyak yang menjadi penjaja cinta, semata agar mereka bisa menghidupi keluarganya agar tetap bertahan hidup. Bahkan sangking sulitnya ekonomi di negara tersebut gaji pegawai hanya di hargai dengan beberapa butir telur.

Tisu Toilet 2,6 Juta Bolivar

Harga tisu gulung toilet nggak kalah bikin syok. Bayangkan saja dengan segepok uang  pastinya orang akan lebih memilih tumpukan uang jika di banding dengan segulung kecil tisu toilet. Krisis yang dialami Venezuela memang komplek tak hanya mata uang, pemadaman listrik, kekurangan pangan, bahkan kekurangan obat - obatan menjadi menu keseharian rakyat Venezuela.

Sungguh melihat apa yang dialami oleh masyarakat Venezuela, membuka kita untuk lebih beryukur atas negara kita tercinta ini. Selebihnya tetap menjaga persatuan dan kesatuan agar Indonesia aman dan damai.

Artikel Pilihan Editor:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar